Pasar saham Indonesia mengalami penurunan pada Rabu sore seiring dengan tren melemahnya bursa saham Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 78,68 poin atau 1,14 persen menjadi 6.794,87, sedangkan indeks LQ45 turun 21,04 poin atau 2,62 persen ke posisi 783,02. Sejumlah sentimen negatif dari pasar regional Asia menjadi pengaruh utama, termasuk keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di 5,75 persen.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 25 persen pada mobil, semikonduktor, dan farmasi. Para pelaku pasar juga menantikan laporan risalah rapat The Fed, dengan harapan adanya kebijakan hati-hati terkait pemangkasan suku bunga.
Meskipun dibuka melemah, IHSG terus berada di zona negatif sepanjang hari. Adapun saham-saham seperti TAXI, PURI, RANC, KOTA, dan MDRN mengalami penguatan, sementara DWGL, POLU, EDGE, SMIL, dan ATIC melemah. Dari segi frekuensi perdagangan, terdapat 1.223.000 kali transaksi saham dengan total 18,59 miliar lembar saham senilai Rp12,16 triliun, dengan 235 saham naik, 379 turun, dan 341 stagnan.
Di pasar regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, dan Kuala Lumpur cenderung melemah, sementara indeks Straits Times menguat. Keseluruhan, pasar saham Asia menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan. Semua hal ini akan terus mempengaruhi pergerakan IHSG dan pasar saham Indonesia secara keseluruhan dalam waktu dekat.








