Friday, January 16, 2026
HomeFinansialSurplus Neraca Pembayaran RI Meningkat di 2024

Surplus Neraca Pembayaran RI Meningkat di 2024

Pada tahun 2024, Bank Indonesia (BI) mencatat neraca pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus sebesar 7,2 miliar dolar AS, meningkat dari tahun sebelumnya yang surplus 6,3 miliar dolar AS. Kinerja transaksi modal dan finansial menjadi pendorong utama kenaikan surplus tersebut. Secara keseluruhan, BI menyatakan bahwa perkembangan NPI di tahun 2024 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial pada tahun 2024 mencatat surplus sebesar 16,4 miliar dolar AS, yang meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 9,9 miliar dolar AS.

Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial tersebut didorong oleh aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio. Meskipun demikian, transaksi berjalan pada tahun 2024 mencatat defisit sebesar 8,9 miliar dolar AS, namun turun dari defisit pada tahun sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS. Cadangan devisa pada akhir Desember 2024 naik menjadi 155,7 miliar dolar AS dari 146,4 miliar dolar AS pada akhir Desember 2023, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah.

Pada triwulan IV 2024, NPI mencatat surplus sebesar 7,9 miliar dolar AS, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 5,9 miliar dolar AS. Penurunan defisit transaksi berjalan disebabkan oleh kenaikan harga komoditas dan aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. BI mencatat peningkatan surplus neraca perdagangan barang, namun defisit neraca pendapatan primer meningkat. Surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat juga menjadi sorotan dengan investasi langsung yang masih tetap positif.

BI berkomitmen untuk terus memperkuat respons bauran kebijakan guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. Proyeksi NPI untuk tahun 2025 diprakirakan tetap sehat ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang berkelanjutan. Aliran masuk modal asing diprediksi akan terus positif seiring dengan persepsi investor terhadap perekonomian domestik yang lebih baik. Selain itu, defisit transaksi berjalan juga dijaga dalam kisaran defisit 0,5 persen sampai 1,3 persen dari PDB. Archive link

RELATED ARTICLES

Paling Populer