Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan agar tingkat pembiayaan macet tetap terjaga dengan baik menangani proyeksi pertumbuhan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman daring menjelang hari raya Idul Fitri. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan harapan tersebut di Jakarta. Ia menekankan perlunya pengendalian dalam penyaluran pembiayaan agar tidak menimbulkan peningkatan non-performing financing di masa mendatang.
Pertumbuhan kinerja pinjaman daring dan BNPL saat ini didukung dengan baik oleh tingkat pembiayaan bermasalah yang masih terjaga, menurut catatan OJK. Risiko kredit macet dalam industri fintech lending stabil pada posisi 2,52 persen pada Januari 2025. Data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menunjukkan bahwa NPF gross industri BNPL mencapai 3,37 persen pada bulan yang sama.
Agusman mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan layanan paylater dan pinjaman daring di era digital saat ini. Ia menekankan pentingnya hati-hati dan waspada dalam mengelola pinjaman agar menghindari gagal bayar dan pembiayaan macet. Permintaan terhadap layanan paylater dan pinjaman daring tetap tinggi di masyarakat, sehingga kehati-hatian sangat diperlukan.
Proyeksi OJK menunjukkan bahwa pembiayaan paylater dan pinjaman daring diprediksi akan meningkat menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini. Data dari tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam outstanding pembiayaan layanan BNPL dan pinjaman daring menjelang perayaan Lebaran. Agusman menambahkan bahwa diperkirakan pembiayaan oleh BNPL dan pinjaman daring juga akan meningkat untuk perayaan Idul Fitri tahun ini, mengacu pada data dan fakta saat ini.


