Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Budisatrio Djiwandono, menyatakan optimisme terhadap talenta muda Indonesia di timnas senior dalam bersaing di ajang internasional, seperti pada FIBA Asia Cup 2025 Qualifiers Windows 3. Meskipun mengakui kekalahan dari Korea Selatan, Budisatrio menyoroti performa timnas yang mampu menyaingi lawan pada kuarter ketiga dan keempat.
Menurutnya, para pemain muda di timnas senior menunjukkan mental juang yang tinggi dan mampu menjadi penantang kuat bagi timnas lain di kawasan Asia. Budisatrio juga menekankan pentingnya membangun momentum dengan kehadiran pemain seperti Derrick Michael Xavierro, yang saat ini bermain di NCAA.
Timnas senior Indonesia didominasi oleh pemain yang berusia antara 19 hingga 27 tahun, seperti Derrick Michael Xavierro, Julian Chalias, Ali Bagir Alhadar, dan Muhammad Ari Daffa. Keberadaan pemain seperti Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, Muhamad Arighi, dan Marques Bolden sebagai pemain naturalisasi juga memberikan kekuatan tambahan bagi timnas.
Tidak hanya itu, Indonesia memiliki banyak stok pemain muda yang telah berkompetisi di klub-klub Indonesian Basketball League (IBL), seperti Mario Davidson, Greans Chandra Bartes Tangkulung, Erick Ibrahim Junior, Arthur Vadel Krisma Putra, dan Harits Prasidya. Dengan potensi yang dimiliki, Perbasi optimis dapat mengembangkan lebih banyak bakat lokal dalam skena basket nasional.








