Tuesday, January 13, 2026
HomeFinansialDirektur CORE: Deflasi dan Pelemahan Daya Beli

Direktur CORE: Deflasi dan Pelemahan Daya Beli

Harga barang-barang mengalami penurunan menjelang Ramadhan, yang tidak lazim dibandingkan dengan biasanya di mana harga cenderung naik menjelang bulan puasa. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan bahwa deflasi pada Februari 2024 dipengaruhi oleh lemahnya daya beli masyarakat dan juga penurunan harga makanan. Meskipun tarif listrik turut berkontribusi terbesar terhadap deflasi, bukan satu-satunya factor.
Menanggapi hal ini, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, menegaskan bahwa deflasi bukan disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat, namun merupakan hasil dari intervensi pemerintah. Meskipun demikian, BPS mencatat bahwa perekonomian Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2025 sebesar 0,09 persen year-on-year, yang merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak Maret 2000. Deflasi ini dipengaruhi oleh diskon tarif listrik 50 persen untuk pelanggan PLN dengan daya 2.200 VA ke bawah. Sri Mulyani menilai bahwa prestasi Indonesia dalam mencapai deflasi merupakan hal yang luar biasa mengingat banyak negara lain menghadapi inflasi tinggi.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer