Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta difokuskan untuk mengatasi ancaman hujan ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang, menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan hanya pada kondisi atmosfer yang diprediksi akan membahayakan, sehingga tidak semua awan hujan akan disemai. Langkah mitigasi dilakukan dengan penyemaian awan menggunakan zat higroskopis untuk mempercepat presipitasi di area yang lebih aman. Operasi ini telah mencapai hari keempat dengan penyemaian NaCl sebanyak 1,6 ton dalam dua kali sorti. BPBD DKI Jakarta bersama BMKG, TNI AU, dan PT RAI bekerja sama dalam kegiatan ini untuk mengurangi intensitas curah hujan ekstrem yang rentan menyebabkan banjir di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, analisis menunjukkan adanya potensi hujan lebat dengan intensitas sedang hingga tinggi di beberapa wilayah, sehingga modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu mengendalikan hal tersebut. Para ahli terus mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas curah hujan ekstrem dan memastikan keamanan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi di masa depan. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis dan dapat terjadi sewaktu-waktu.
BPBD DKI: Modifikasi Cuaca untuk Mengatasi Ancaman Hujan Ekstrem
RELATED ARTICLES








