Wednesday, January 21, 2026
HomeEkonomiIni Sosok di Balik Indonesia Airlines

Ini Sosok di Balik Indonesia Airlines

Indonesia Airlines Group (INA) menjadi sorotan dalam industri penerbangan Indonesia sebagai maskapai baru yang akan segera beroperasi. Berbeda dengan mayoritas maskapai lokal yang berfokus pada penerbangan domestik, INA hadir dengan konsep premium dan fokus pada rute internasional. Maskapai ini didukung oleh Calypte Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di sektor energi, pertanian, dan aviasi. Sosok di balik berdirinya Indonesia Airlines adalah Iskandar Ismail, seorang pengusaha asal Indonesia yang memiliki pengalaman luas di sektor energi dan keuangan. Dengan visi bisnis yang kuat serta jaringan internasional yang luas, Iskandar bertekad menjadikan INA sebagai maskapai kelas dunia yang mampu bersaing di pasar penerbangan global.

Iskandar Ismail lahir di Bireuen, Aceh, pada 7 April 1983 dan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh. Kariernya dimulai setelah bencana tsunami melanda Aceh, di mana ia bergabung dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias untuk membantu pemulihan wilayah tersebut. Setelah pengalaman di sektor kelistrikan dan energi terbarukan di Perusahaan Listrik Negara (PLN), Iskandar berpindah ke sektor perbankan dan asuransi, yang memperluas jejaringnya di dunia keuangan. Pengalaman ini penting bagi Iskandar dalam merintis bisnisnya sendiri.

Setelah beberapa tahun di sektor perbankan, Iskandar memutuskan untuk meninggalkan dunia itu dan memulai proyek kelistrikan di Indonesia. Pada tahun 2017, ia mendirikan Calypte Holding Pte. Ltd. di Singapura dengan fokus pada sektor energi, pertanian, dan aviasi. Perusahaan ini menjadi pemegang saham utama Indonesia Airlines, sebagai bagian dari strategi ekspansi Calypte di industri penerbangan.

Indonesia Airlines berencana menjadi maskapai kelas premium yang fokus pada rute internasional. Meskipun berbasis di Singapura, maskapai ini tetap erat hubungannya dengan Indonesia. INA akan berpusat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan mengoperasikan 20 pesawat modern. Hingga saat ini, persiapan armada, serta perizinan operasional masih berjalan. Proses perizinan menjadi tantangan utama sebelum INA benar-benar mengudara. Dengan pengalaman dan kepemimpinan Iskandar Ismail, banyak pihak berharap INA bisa menjadi pesaing baru di industri penerbangan internasional, membawa nama Indonesia ke level global.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer