Wednesday, January 21, 2026
HomeBursaPrediksi IHSG Melemah Akibat Sentimen Domestik dan Global

Prediksi IHSG Melemah Akibat Sentimen Domestik dan Global

Untuk perdagangan berikutnya, IHSG diperkirakan masih berpotensi melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat diperkirakan bergerak melemah di tengah adanya sentimen domestik maupun global. IHSG dibuka melemah 81,10 poin atau 1,22 persen ke posisi 6.566,32. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,14 poin atau 0,56 persen ke posisi 734,11. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas berpendapat bahwa IHSG diperkirakan masih berpotensi melemah berdasarkan penelitian mereka di Jakarta, Jumat.

Menurut kajiannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dalam konferensi pers APBN edisi Februari 2025 bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat defisit sebesar Rp 31,2 triliun hingga akhir Februari 2025. Defisit ini berbanding terbalik dengan tiga tahun sebelumnya yang masih mencatat surplus, yang menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap harga komoditas.

Dari mancanegara, Uni Eropa merespons keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan tarif pada baja dan aluminium dengan mengenakan pajak 50 persen terhadap ekspor wiski AS. Sebagai tanggapan, Donald Trump mengancam akan menetapkan tarif 200 persen pada impor anggur dan minuman beralkohol dari Eropa. Ancaman tersebut mendorong ketegangan perdagangan global, yang membawa konsekuensi negatif bagi pasar saham Eropa.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis (13/3/2025) sebagai dampak dari ancaman tarif dari Presiden AS, Donald Trump. Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,15 persen. Di sisi lain, Wall Street juga melemah dengan indeks S&P 500 secara resmi memasuki fase koreksi. Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nsdaq Composite mengalami penurunan signifikan.

Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei dan Shanghai menguat, sementara indeks Kuala Lumpur dan Straits Times melemah. Sentimen pasar global yang dipicu oleh perang dagang dan perkembangan ekonomi di AS turut mempengaruhi pergerakan pasar saat ini. Selain itu, perlambatan inflasi AS dan kinerja saham teknologi juga turut memengaruhi prospek IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer