Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sedang melaksanakan evaluasi terhadap para atlet yang berpartisipasi di BWF World Tour Super 1000 All England 2025 setelah kembali tanpa membawa pulang gelar. Meskipun satu-satunya wakil yang mencapai final, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan oleh wakil Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa hasil ini akan menjadi acuan untuk memperbaiki performa atlet di masa mendatang.
Selain itu, Eng Hian juga menyoroti progres yang positif meskipun target tertentu belum tercapai. Meski demikian, juara bertahan seperti Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalami kekalahan yang mengecewakan. Meskipun demikian, PBSI fokus pada turnamen berikutnya, yaitu Super 300 Swiss Open, dengan harapan para atlet dapat bangkit dan meraih hasil yang lebih baik.
Dalam Swiss Open, PBSI tidak mengirimkan wakil untuk sektor tunggal putra karena pemain-pemain elite sedang difokuskan pada turnamen lain. Meskipun kegagalan membawa pulang gelar dari All England 2025 merupakan pukulan bagi Indonesia, PBSI menegaskan bahwa hasil ini akan dijadikan pembelajaran dan motivasi untuk meningkatkan performa di kompetisi-kompetisi mendatang. Dengan demikian, PBSI berharap para atlet Indonesia dapat tampil lebih baik dan meraih kemenangan di turnamen berikutnya.







