Pasar saham Indonesia diperkirakan masih berpotensi bergerak sideways atau mendatar dalam perdagangan selanjutnya. Hal ini disebabkan oleh hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed. IHSG dibuka melemah 30,59 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.192,80, sementara indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,27 persen ke posisi 707,13. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas mencatat bahwa pelaku pasar merespons positif klarifikasi dari pemerintah terkait isu pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani langsung membantah isu tersebut dalam konferensi pers. Isu ini diyakini sebagai salah satu pemicu aksi jual besar-besaran sejak awal perdagangan sebelumnya. IHSG ditutup melemah 3,84 persen pada Selasa (18/3) ke level 6.223,38. Di sisi lain, hari ini pelaku pasar menantikan pengumuman hasil RDG BI dan pernyataan kebijakan terbaru dari The Fed. Presiden Rusia dan AS sepakat memberlakukan gencatan senjata, sementara dari Eropa, pasar saham Jerman mengalami lonjakan. Wall Street melemah di tengah kehati-hatian investor menyambut kebijakan moneter Federal Reserve dan kebijakan tarif Presiden Trump, dengan Dow Jones turun 0,62 persen. Di Asia, Nikkei menguat, sementara Shanghai dan Kuala Lumpur melemah. Selain itu, indeks Strait Times menguat.








