Pacific Caesar Surabaya mengalami kekalahan telak 75-92 dari Dewa United Banten dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Pelatih Dhimaz Anis Setiaputra menyoroti masalah konsistensi timnya, terutama setelah paruh kedua. Menurut Dhimaz, kehilangan ritme pada kuarter ketiga dan kurangnya konsistensi dalam pertahanan menjadi penyebab kekalahan. Timnya terutama kesulitan menjaga paint area dan menghadapi penetrasi lawan.
Dhimaz juga mencatat bahwa timnya terlalu banyak melakukan turnover, memberikan peluang mudah bagi lawan untuk mencetak poin. Meskipun kalah, Dhimaz tetap optimistis bahwa timnya akan bangkit setelah Lebaran dan berjuang lebih keras untuk meraih kemenangan. Christian Yudha, pebasket Pacific Caesar, juga menambahkan bahwa tim terlalu cepat mengambil keputusan tanpa membangun serangan yang matang.
Meskipun saat ini menempati peringkat ke-10 dalam klasemen IBL, dengan 16 poin dari tiga kemenangan dan 10 kekalahan, harapan masih tinggi bagi Pacific Caesar untuk memperbaiki performa mereka. Dengan fokus pada konsistensi, pertahanan yang solid, dan peningkatan dalam strategi serangan, tim ini memiliki potensi untuk meraih kesuksesan di putaran kedua dan menjaga peluang menuju playoff.








