Umat Hindu di DKI Jakarta mengadakan aksi bersih-bersih laut di Cilincing, Jakarta Utara, untuk memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Acara ini mencerminkan kepedulian umat Hindu terhadap lingkungan, terutama laut yang menjadi sumber kehidupan. Ketua Panitia Nyepi DKI Jakarta, I Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa kegiatan “Makerthi Ayuning Segara” memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat Hindu. Selain menjaga kelestarian alam, aksi ini juga mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai spiritual.
Sebelum aksi “Makerthi Ayuning Segara,” telah dilakukan berbagai kegiatan seperti seminar nasional, penanaman pohon mangrove, dan Saka Bhoga Sevanam untuk menjaga keseimbangan alam. Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Gede Narayana, mengajak seluruh komponen umat Hindu untuk melaksanakan kegiatan dharma yang berkelanjutan. Perayaan Hari Suci Nyepi tidak hanya bersifat spiritual dan ritual, tetapi juga mencerminkan pelayanan kepada sesama dengan landasan kemanusiaan.
Tema besar Nyepi tahun 2025 adalah “Manawa Sewa Madhawa Sewa,” menggarisbawahi pentingnya pelayanan kepada sesama sebagai bentuk bhakti kepada Tuhan. Melalui kegiatan sosial dan lingkungan, perayaan Nyepi bukan hanya tentang introspeksi diri, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi sesama dan alam semesta. Pelaksanaan “Makerthi Ayuning Segara” tahun 2025 menunjukkan komitmen umat Hindu dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merawat ekosistem laut sebagai bagian dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.








