Friday, January 16, 2026
HomeLifestyleMenyikapi Dampak Berita Buruk pada Kesehatan Mental

Menyikapi Dampak Berita Buruk pada Kesehatan Mental

Membaca berita buruk secara terus-menerus, atau yang dikenal dengan istilah doomscrolling, telah menjadi kebiasaan yang meresahkan di era digital saat ini. Hal ini terjadi ketika seseorang tanpa sadar terus membaca berita negatif di ponsel atau perangkatnya, yang berkaitan dengan krisis, bencana, atau isu-isu buruk. Doomscrolling sering kali dipicu oleh rasa ingin tahu yang berlebihan dan dapat berujung pada reaksi emosional yang berdampak pada kesehatan mental.

Dengan akses informasi yang tak terbatas selama 24 jam, banyak orang terjebak dalam kebiasaan dan siklus konsumsi berita negatif ini. Konsumsi berita buruk secara terus menerus ternyata dapat meningkatkan gejala kecemasan hingga depresi, yang sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas. Membaca berita buruk dapat memicu respons alami tubuh yang dikenal sebagai fight or flight, yaitu reaksi terhadap ancaman atau situasi stres. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat stres yang meningkat dan gejala kecemasan yang berlebihan.

Studi jurnal psikologi Inggris menunjukkan bahwa dalam waktu 14 menit setelah mengonsumsi berita negatif, individu sudah menunjukkan peningkatan gejala kecemasan dan depresi. Ketika seseorang tidak bisa mengontrol situasi yang mereka baca, hal ini dapat memperburuk perasaan putus asa dan meningkatkan risiko depresi. Di era digital ini, paparan berita buruk di media sosial seringkali dipenuhi dengan judul clickbait dan konten yang mengandung kecemasan pembaca, sehingga dapat menyebabkan perilaku adiktif dan meningkatkan ketidakpuasan.

Paparan berita buruk sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur seseorang dan berujung pada kelelahan mental dan fisik. Selain itu, dapat membentuk pandangan dunia yang buruk dan menciptakan siklus di mana ketidakpercayaan terhadap orang lain meningkat. Untuk mengurangi dampak negatif dari membaca berita buruk, langkah paling efektif adalah membatasi waktu yang dihabiskan untuk membaca berita, memilih sumber berita yang lebih positif dan terpercaya, serta menggantinya dengan konten yang lebih positif.

Melakukan kegiatan yang menyenangkan juga dapat membantu seseorang mengelola stres dan kecemasan berlebihan akibat paparan berita negatif. Dengan pemahaman akan efek negatif membaca berita buruk secara terus-menerus dan strategi mengatasinya, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengontrol diri dan melindungi kesehatan mental di tengah arus informasi yang beredar. Namun, hal ini tidak berarti kita mesti bersikap acuh terhadap berbagai isu yang terjadi.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer