Setelah perayaan Lebaran Idul Fitri 2025, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai stabil. Kepala Pasar Tradisional Kebon Roek Mataram, Malwi, menjelaskan bahwa penurunan harga kebutuhan pokok terjadi karena berkurangnya permintaan konsumen. Beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah lokal, daging ayam, dan daging sapi. Harga beras, gula pasir, dan minyak goreng juga tetap stabil. Meskipun harga mulai stabil, diperkirakan akan meningkat lagi menjelang perayaan Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri.
Tradisi Lebaran Ketupat menjadi moment penting bagi masyarakat di Kota Mataram dan Pulau Lombok. Pada hari Lebaran Ketupat, masyarakat merayakan dengan membuat aneka makanan khas seperti ketupat dan jajan tradisional bantal. Menu makanan yang disiapkan untuk Lebaran Ketupat umumnya terdiri dari urap, opor ayam atau daging, dan makanan lainnya. Selain makanan, masyarakat juga melakukan kegiatan seperti ziarah makam keramat, doa, zikir, selakaran, dan ngurisan.
Antisipasi akan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran Ketupat diimbangi dengan harapan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas toleransi. Meskipun demikian, perayaan Lebaran Ketupat tetap dijadikan sebagai ajang untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan bersama. Tradisi ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan dalam berbagai hidangan lezat, tetapi juga dalam momen kebersamaan dan tradisi keagamaan yang turut mempererat tali persaudaraan.








