Friday, January 16, 2026
HomeBisnisTarif Impor AS Mendorong Produksi Pangan Dalam Negeri

Tarif Impor AS Mendorong Produksi Pangan Dalam Negeri

Badan Pangan Nasional mendorong Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri sebagai respons terhadap kebijakan tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih mandiri dalam produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Pada saat currency rate tinggi, harga pangan dunia tinggi, serta pemberlakuan tarif yang tinggi dari beberapa negara termasuk AS, ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi online untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pasca-Idul Fitri 1446 Hijriah.

Arief menggarisbawahi pentingnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga pangan, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan tinggi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membeli produk pangan dengan harga kompetitif dan menyimpannya dalam kondisi beku di cold storage untuk digunakan saat harga pangan melonjak tinggi. Dengan cara ini, harga produk pangan dapat tetap stabil di berbagai daerah yang memerlukan, termasuk Indonesia bagian timur. Saat ini, Bapanas fokus mencari teknologi yang bisa memperpanjang masa simpan produk pangan untuk menghindari kerugian akibat penurunan kualitas saat distribusi.

Presiden Trump telah mengumumkan kenaikan tarif perdagangan ke negara-negara yang memiliki surplus neraca perdagangan dengan AS. Indonesia termasuk di antara negara yang terkena kenaikan tarif AS sebesar 32 persen. Kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga pada negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, serta Thailand. Tarif-tarif ini diumumkan dalam acara “Make America Wealthy Again” di Gedung Putih dan akan mulai berlaku dalam waktu yang telah ditentukan. Tetapi, Indonesia sudah mulai melakukan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi dampak dari kebijakan tarif impor AS.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer