Saturday, June 6, 2026
HomeBursaIHSG Berpotensi Menguat dengan Data Inflasi Domestik

IHSG Berpotensi Menguat dengan Data Inflasi Domestik

Pada awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat terbatas. IHSG dibuka dengan pelemahan 41,33 poin atau 0,58 persen berada pada posisi 7.134,49. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,68 poin atau 1,19 persen ke posisi 805,08. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyatakan bahwa IHSG berpeluang menguat terbatas di tengah pelaku pasar yang memperhatikan data inflasi Indonesia periode Mei 2025. Pekan ini, perdagangan hanya akan berlangsung selama empat hari mulai dari Senin hingga Kamis karena Jumat merupakan hari libur untuk merayakan Hari Idul Adha. Banyak data ekonomi penting yang akan dikeluarkan Indonesia dalam waktu yang pendek, seperti data Purchasing Managers’ Index (PMI) periode Mei 2025 dari S&P Global dan data penting lainnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, aksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap tarif impor baja juga menjadi sorotan. Pembalap tarif impor baja yang dilakukan AS mengundang kritik dari Uni Eropa yang mengingatkan akan merusak upaya mencapai solusi dalam perang dagang global. Data PMI manufaktur dari beberapa negara besar juga akan diumumkan oleh S&P Global, memberikan gambaran awal dampak dari perang dagang tersebut di sektor manufaktur. Wall Street juga menutup akhir pekan lalu dengan variasi, di mana investor mengantisipasi kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris yang dapat membuka peluang perjanjian serupa dengan negara lain yang terkena tarif dagang dari AS. Bursa saham regional Asia memiliki performa yang beragam pagi ini dengan sejumlah indeks mengalami pelemahan dan kenaikan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer