PT JULO Teknologi Finansial memperkuat strategi mitigasi risiko kredit di tengah tantangan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan lini penagihan, optimalisasi underwriting berbasis data, dan pemeliharaan kualitas portofolio pinjaman. Presiden Direktur JULO, Harri Suhendra, menegaskan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kemampuan pengguna serta menjaga komunikasi yang aktif dengan regulator untuk mendukung stabilitas industri. Pihak JULO telah meningkatkan jumlah agen field collection sebesar 48 persen sebagai langkah untuk memperkuat kinerja penagihan. Selain itu, mereka terus memperbaiki proses underwriting dengan teknologi machine learning untuk analisis perilaku pengguna yang lebih akurat. Melalui berbagai langkah ini, JULO berhasil menjaga rasio non-performing loan (NPL) di bawah ambang batas yang ditetapkan OJK. JULO juga tetap mempertahankan suku bunga di bawah batas maksimum OJK demi membantu pengguna mengelola keuangan mereka secara lebih strategis. Hingga kuartal pertama 2025, JULO telah memberikan layanan pendanaan kepada lebih dari 3,2 juta pengguna di seluruh Indonesia. Kerja sama dengan mitra strategis dan integrasi dengan ekosistem digital terpercaya seperti Grab dan DANA juga menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan secara aman dan bertanggung jawab kepada lebih banyak masyarakat.


