Tuesday, October 13, 2026
HomeLainnyaYayasan Paseban Rayakan Hari Lahir Pancasila 2025 dengan Tanam Pohon

Yayasan Paseban Rayakan Hari Lahir Pancasila 2025 dengan Tanam Pohon

Memaknai Hari Lahir Pancasila 2025 dan Cinta Lingkungan Melalui Aksi Nyata di Mega Mendung

MEGA MENDUNG – Dalam rangka merayakan Hari Lahir Pancasila 2025 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yayasan Paseban mengadakan aksi penanaman pohon yang memiliki makna penting di Bumi Paseban, Mega Mendung, Bogor. Aksi bertema “Restore Our Earth: Tindakan Nyata untuk Pemulihan Ekosistem” ini merupakan simbol kerjasama antar berbagai elemen masyarakat untuk memelihara keindahan alam.

15.000 Pohon dan Komitmen Bumi Paseban dalam Mendukung Pemulihan Ekosistem

Sejak Agustus tahun lalu, Yayasan Paseban telah berhasil menanam lebih dari 15.000 pohon di area Paseban, termasuk dalam peristiwa kali ini. Berbagai jenis pohon seperti Taru Jampinang (Pohon Pancasila), Rasamala, Mahoni, Damar, dan berbagai jenis bambu lokal telah ditanam dalam kegiatan tersebut.

Selain melakukan penanaman, kegiatan ini juga melibatkan pendidikan konservasi bagi para pemuda dan penduduk setempat. Materi yang disampaikan meliputi teknik penanaman pohon, perawatan, dan pemahaman tentang pentingnya vegetasi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Andy Utama: “Tanam Satu Pohon, Pulihkan Harapan”

Dalam pidatonya, Andy Utama, yang merupakan pembina Yayasan Paseban, menyampaikan pesan yang mendalam:

“Kita perlu menghormati dan mencintai alam. Jika kita terus mengabaikannya, alam akan membalas tindakan kita, dan pada saat itu mungkin sudah terlambat.”

Andy juga menekankan pentingnya kebijakan pelarangan perburuan yang diterapkan oleh pemerintah desa, agar daerah ini dapat menjadi tempat pelepasliaran burung yang sebelumnya ditangkarkan atau disita. Ia menambahkan:

“Dalam ekologi, burung memiliki peran yang penting dalam mengendalikan hama alami. Dengan menjaga alam, maka alam akan menjaga kita.”

Kolaborasi Antar Komunitas untuk Kehidupan Alam Mega Mendung

Acara ini melibatkan masyarakat adat Baduy, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah kelurahan. Kehadiran mereka mengingatkan bahwa memelihara alam adalah tanggung jawab bersama. Nilai-nilai kehidupan masyarakat adat yang harmonis dengan alam menjadi inspirasi bagi semua yang ikut hadir.

Wiratno: Mega Mendung sebagai Bagian Penting dari Cagar Biosfer Cibodas

Wiratno, seorang tokoh nasional dalam bidang konservasi dan penasihat Yayasan Paseban, menekankan bahwa Mega Mendung adalah bagian yang sangat penting dari lanskap hutan lindung di Kabupaten Bogor. Ia mengingatkan bahwa daerah ini termasuk dalam area penopang Cagar Biosfer Cibodas (CBC) yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 1977.

“Wilayah Mega Mendung memiliki topografi yang sangat ekstrim. Gangguan kecil dapat berdampak pada bencana besar. Oleh karena itu, menjaga daerah ini adalah tanggung jawab ekologis, moral, dan spiritual.”

Wahdi Azmi: Bersyukur dan Bertindak Nyata untuk Masa Depan

Sebagai Ketua Yayasan Paseban, Wahdi Azmi mengatakan bahwa aksi penanaman pohon hari ini adalah ungkapan syukur bersama karena masih dapat menikmati kesejahteraan berkat keberadaan hutan dan pohon-pohon tua.

“Kita harus menanam sebagai bentuk terima kasih kepada alam, agar generasi mendatang dapat terus hidup dengan damai tanpa terkena longsor atau banjir.”

Kesimpulan: Semangat untuk Menjaga Bumi Terus Bersinar dari Mega Mendung

Aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh Andy Utama, Yayasan Paseban, dan komunitas lokal merupakan contoh konkret bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Hari Lahir Pancasila 2025 dapat diisi dengan tindakan nyata, bukan sekadar upacara. Dari Mega Mendung, semangat untuk merawat bumi dan memulihkan ekosistem terus tumbuh dan menyebar.

Sumber: Aksi Penanaman Pohon Di Mega Mendung: Andy Utama Dan Bumi Paseban Rayakan Hari Lingkungan Hidup Dan Hari Lahir Pancasila 2025
Sumber: Hari Lingkungan Hidup Sedunia Dan Hari Lahir Pancasila 2025 Diwarnai Dengan Aksi Nyata Penanaman Pohon Di Mega Mendung

RELATED ARTICLES

Paling Populer