Wednesday, June 10, 2026
HomeBursaIHSG Melemah di Awal Pekan, Mengikuti Koreksi Bursa Asia

IHSG Melemah di Awal Pekan, Mengikuti Koreksi Bursa Asia

Bursa regional Asia mengalami pelemahan akibat ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin memanas. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 110,75 poin atau 1,54 persen menjadi 7.065,07, sedangkan indeks LQ45 turun 18,81 poin atau 2,31 persen ke 816,72.

Para investor secara umum bersikap defensif menghadapi data ekonomi AS, suku bunga Eropa yang diperkirakan akan turun, dan kekhawatiran terkait pandemi COVID-19. Di dalam negeri, BPS mencatat deflasi 0,37 persen month to month pada Mei 2025, dengan inflasi tahunan sebesar 1,60 persen yoy.

Selain itu, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 0,16 miliar dolar AS pada April 2025, yang merupakan yang terendah sejak Mei 2020. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mewaspadai peningkatan COVID-19 di Asia, menyebabkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump menginformasikan adanya diskusi positif dengan Uni Eropa, memberikan harapan bagi pelaku pasar. Namun demikian, volatilitas di pasar diperkirakan masih tinggi, terutama pada Juli dan Agustus 2025.

IHSG sempat melemah sepanjang sesi perdagangan saham, meskipun sektor energi mengalami kenaikan. Saham yang mengalami penguatan antara lain RMKO, BAJA, PSAB, KAEF, dan PEHA, sedangkan saham yang melemah di antaranya UNIQ, IFSH, GTBO, INDX, dan FAST.

Pada sesi perdagangan, frekuensi transaksi mencapai 1.449.049 kali dengan jumlah saham 26,40 miliar lembar senilai Rp22,23 triliun. Bursa saham regional Asia juga terpantau mengalami pelemahan, di mana indeks Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times turun pada sore hari.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer