Saturday, June 6, 2026
HomeFinansialKinerja Intermediasi SJK Syariah Tumbuh Positif di Bulan April

Kinerja Intermediasi SJK Syariah Tumbuh Positif di Bulan April

Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan (SJK) syariah terus menunjukkan pertumbuhan positif secara year on year (yoy), mencerminkan kinerja yang baik di sektor bank syariah, asuransi syariah, dan perusahaan pembiayaan syariah. Pada April 2025, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 8,87 persen menjadi Rp653,44 triliun, sementara kontribusi dari asuransi syariah dan piutang pembiayaan syariah juga mengalami pertumbuhan yang solid. Indeks saham syariah (ISSI) menguat 4,81 persen secara year to date (ytd) pada Mei 2025, dengan aset under management (AUM) Reksa Dana Syariah tumbuh menjadi Rp59,01 triliun.

OJK terus melakukan upaya pengembangan dan penguatan SJK syariah, termasuk melalui pemantauan dan implementasi POJK Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Saat ini, sejumlah perusahaan asuransi dan reasuransi telah melakukan perubahan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS), dengan rencana untuk melakukan spin-off dan mendirikan perusahaan baru. OJK juga membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) untuk meningkatkan kolaborasi dan aliansi strategis dalam pengembangan keuangan syariah.

Pengembangan produk perbankan syariah seperti Pedoman Produk Pembiayaan Istishna’, Pedoman Produk Salam, dan Pedoman Produk Pembiayaan Multijasa terus digalakkan untuk mendorong pembiayaan sektor-sektor tertentu. Selain itu, OJK juga fokus pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program SYAFIF yang diselenggarakan di berbagai kota, termasuk Palembang. Program ini telah membuka akses keuangan syariah bagi masyarakat, serta menghasilkan dampak positif dalam penghimpunan dan penyaluran dana syariah.

Dengan adanya berbagai inisiatif dan upaya yang dilakukan oleh OJK, diharapkan sektor jasa keuangan syariah terus berkembang secara positif, memberikan kontribusi yang lebih besar dalam perekonomian Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer