Tuesday, October 13, 2026
HomeBursaAnalisis Potensi Permintaan Stabil Obligasi Pemerintah: Faktor yang Perlu Diketahui

Analisis Potensi Permintaan Stabil Obligasi Pemerintah: Faktor yang Perlu Diketahui

Berdasarkan analisis yield curve, BNI Sekuritas menyimpulkan bahwa obligasi tertentu memiliki daya tarik bagi para investor, seperti FR0094, FR0064, FR0052, FR0065, FR0100, FR0103. Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe melihat potensi permintaan yang stabil terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dalam rupiah pada perdagangan Rabu (4/6). Valuasi yield curve menjadi dasar bagi BNI Sekuritas dalam mengidentifikasi obligasi yang menarik bagi para investor, seperti yang disebutkan sebelumnya.

Amir juga memperhatikan sentimen global yang sedikit negatif, seperti peningkatan yield curve US Treasury (UST) 5 tahun sebesar 3 basis poin menjadi 4,04 persen. Namun, hal ini tidak memengaruhi kestabilan Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia yang tetap berada pada level 79 bps. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kredibilitas Indonesia yang tetap terjaga.

Data PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) mencatat pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) yang cenderung menguat, seperti yield SUN Benchmark 5 tahun (FR0104) turun 1 bps ke 6,42 persen dan yield SUN Benchmark 10 tahun (FR0103) turun 1 bps ke 6,83 persen. Selain itu, volume transaksi SBN secara outright traded juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Dalam pasar sekunder, FR0103 dan FR0104 menjadi dua seri obligasi yang paling aktif diperdagangkan, dengan volume transaksi yang signifikan. Meskipun total incoming bid pada lelang SUN menurun, pemerintah tetap menetapkan total amount awarded yang sedikit lebih tinggi dari target indikatif. Hal ini menunjukkan minat yang tetap tinggi dari investor terhadap obligasi pemerintah.

Meskipun gejolak global terjadi, minat investor terhadap SBN tetap tinggi. Ekonom juga mendorong investor untuk membeli obligasi pemerintah mengingat harga emas yang tinggi. Melalui pembelian SBN, diharapkan keseimbangan likuiditas pasar keuangan dapat tetap terjaga. Selain itu, DJPPR Kementerian Keuangan juga terus memantau dan mengelola risiko dalam pengelolaan Pembiayaan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer