Tuesday, June 16, 2026
HomeBursaRupiah Menguat: Dampak Tarif Trump dan Ketidakpastian Ekonomi

Rupiah Menguat: Dampak Tarif Trump dan Ketidakpastian Ekonomi

Di penutupan pasar sore ini, rupiah mengalami kenaikan nilai terhadap dolar AS, yang dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS yang sejalan dengan ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Trump. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah Trump yang sedang menuju Pengadilan Banding AS untuk membatalkan putusan terbaru terkait tarif AS yang dianggap melanggar hukum, telah menimbulkan kekhawatiran dalam negosiasi perdagangan internasional.

Di samping itu, perseteruan antara AS dan China terkait dengan pelanggaran perjanjian perdagangan menambah ketidakpastian di pasar keuangan. Kedua negara telah saling menuduh melanggar perjanjian yang telah dicapai, yang memuncak dalam ketidakpastian mengenai kesepakatan perdagangan yang dapat dicapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta menguat sebesar 14 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.295 per dolar AS. Meskipun begitu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru melemah ke level Rp16.305 per dolar AS.

Ketidakpastian yang terus berlanjut dalam kebijakan tarif Trump dan perseteruan perdagangan antara AS dan China telah berdampak pada volatilitas pasar keuangan domestik. Data surplus perdagangan Indonesia yang terus menipis juga turut memengaruhi pasar keuangan dalam negeri.

Dengan kondisi ini, pasar keuangan global dan domestik terus dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal yang membuat kondisi ekonomi terus berfluktuasi. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya dan mengamati dampaknya terhadap pasar keuangan serta nilai tukar rupiah.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer