Tuesday, June 16, 2026
HomeBeritaMenyaksikan Tradisi Kumpul 'Salawate' di Masjid Tua Sepa Maluku

Menyaksikan Tradisi Kumpul ‘Salawate’ di Masjid Tua Sepa Maluku

Masjid Al falah di Negeri Sepa, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, merupakan masjid tertua di Maluku Tengah yang melaksanakan tradisi kumpul uang sebelum salat Idul Adha 1446 H. Tradisi yang dikenal sebagai ‘Salawate’ ini melibatkan seluruh warga, dimulai dari saf terdepan yang dihuni oleh raja, pemuka agama, hingga imam dan khatib.

Proses kumpul uang ‘Salawate’ dilakukan dengan penuh keikhlasan, uang yang terkumpul akan dialokasikan untuk kebutuhan fakir miskin, penghulu masjid, dan imam. Setelah proses kumpul uang selesai, salat Idul Adha dimulai dengan Hasan Sopalatu sebagai imam. Suasana salat menjadi haru ketika muazin Majdi Tertua Negeri Sepa, Jafar Wasolo, mengambil tongkat khotbah untuk tanda dimulainya khotbah di mimbar.

Khotbah selama salat Idul Adha disampaikan oleh Khatib Majdi Tertua Negeri Sepa, Abdul Gani Wael, Kepala Kemenag Maluku Tengah. Beliau mengajak jemaah untuk mendoakan calon jemaah haji Indonesia, terutama dari Negari Sepa yang akan menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Selain itu, Khatib juga mengingatkan jemaah untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan para ulama.

Di akhir khotbah, jemaah disarankan untuk terus mendoakan Negeri Sepa, yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya ulama-ulama terkenal. Usai salat, warga Muslim Negeri Sepa juga mengadakan doa bersama di Masjid Al falah Negeri Sepa, memohon keselamatan dan perlindungan bagi warga serta rukun dan kasih sayang di negeri mereka. Setelah itu, mereka melanjutkan tradisi Hadrat dengan mengelilingi kampung sambil berdoa dan mengenakan pakaian serba hitam.

Dengan demikian, tradisi ‘Salawate’ di Masjid Al falah Negeri Sepa tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga menguatkan hubungan antar warga serta mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam beragama. Aksi kebersamaan dan keikhlasan dalam menyelenggarakan tradisi ini dapat menjadi contoh bagi komunitas lain untuk menjaga tradisi keagamaan yang kental dengan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer