Bank Tabungan Negara (BTN) berencana untuk meningkatkan modal unit usaha syariah (UUS) nya, BTN Syariah, melalui aksi right issue sekitar Rp1 triliun pada bulan September 2025. Hal ini dilakukan sebagai langkah penguatan modal BTN Syariah sesuai dengan persyaratan sebagai bank KBMI II dan untuk meningkatkan Capital Adequacy Ratio (CAR). Peningkatan modal juga memungkinkan BTN Syariah untuk melakukan ekspansi bisnis sebagai bank umum syariah (BUS). Saat ini, BTN Syariah memiliki modal awal sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun dengan tambahan sekitar Rp1,5 triliun dari akuisisi saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS) yang telah dilakukan. Akuisisi saham BVIS sebesar Rp1,5 triliun dilakukan tanpa melibatkan aset kredit dan dana pihak ketiga guna mengurangi risiko. Total modal BTN Syariah yang direncanakan akan mencapai Rp6 triliun. Aksi korporasi ini diresmikan melalui penandatanganan akta jual beli dan pengambilalihan saham BVIS antara BTN dengan PT Victoria Investama Tbk dan PT Bank Victoria International Tbk. Tindakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi BTN Syariah dalam pasar dan mendukung ekspansi bisnis di masa depan.


