Pagi ini, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) diperdagangkan menguat dengan pembukaan di level 7.136,86. Ini disebabkan oleh optimisme pasar setelah pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) dan China di London pada Senin (9/6). Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan bahwa jika IHSG dapat bertahan di atas level MA200 sekitar 7.133, maka IHSG berpotensi menguat dan menutup gap hingga mencapai 7.166. Pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping serta pertemuan delegasi kedua negara di London diharapkan dapat meredakan ketegangan perang tarif.
Dari sisi ekonomi global, data inflasi AS dan kondisi ekonomi China sedang menjadi sorotan. Deflasi di China yang melanjutkan tren bulan sebelumnya serta pembicaraan perdagangan antara Indonesia dan AS menjadi faktor penting untuk pelaku pasar. Indonesia mengirim delegasi ke AS untuk bernegosiasi mengenai tarif, hambatan non tarif, perdagangan digital, asal barang, serta isu keamanan ekonomi dan nasional.
Selain itu, rencana realisasi investasi Danantara Indonesia juga mempengaruhi sentimen pasar. Perdagangan saham Eropa cenderung melemah, sementara bursa saham AS bergerak mayoritas menguat pada Senin (09/06). Di Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times juga mengalami kenaikan pada perdagangan pagi ini. Kondisi ini menunjukkan pergerakan pasar global yang cenderung positif.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG, pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memonitor perkembangan ekonomi global untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.


