Wednesday, June 10, 2026
HomeLintas KotaJakarta Memanfaatkan AI untuk Atasi Masalah Kemacetan

Jakarta Memanfaatkan AI untuk Atasi Masalah Kemacetan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimplementasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengaturan lalu lintas, termasuk untuk pengawasan dan penanganan kemacetan di kota tersebut. Sistem yang digunakan adalah ‘intelligent traffic control system’ (ITCS) yang dirancang untuk mengelola arus lalu lintas dengan lebih efisien berdasarkan kondisi nyata di lapangan. ITCS menggunakan sensor dan perangkat lunak untuk menganalisis data lalu lintas secara tepat waktu dan mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas.

Selain itu, sistem ini terintegrasi dengan teknologi lain seperti kamera pemantau dan sistem komunikasi untuk memberikan informasi yang akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi lalu lintas. Meskipun demikian, Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo menyatakan bahwa hanya 65 dari 321 CCTV yang dibutuhkan telah dimiliki, sehingga perlu rencana bertahap untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Di sisi lain, akan ditugaskan 25 orang untuk mengawasi CCTV sehingga tidak ada monitoring yang terbengkalai. Disediakan juga pusat layanan (call center) yang terkoneksi dengan manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management/CRM) untuk menangani setiap keluhan masyarakat dalam waktu maksimal tiga jam. Berdasarkan TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan Jakarta rata-rata sekitar 30 persen di area metro, dengan waktu tempuh meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tanpa kemacetan.

Laporan ini juga mengungkap bahwa waktu tempuh rata-rata untuk jarak 10 kilometer berkisar 23-25 menit, namun pada jam-jam puncak pagi dan sore tingkat kemacetan bisa mencapai tingkat tertinggi. TomTom Traffic Index adalah laporan tahunan yang mengukur tingkat kemacetan di lebih dari 500 kota di seluruh dunia, yang menjadi acuan penting dalam pengaturan lalu lintas.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer