Monday, August 17, 2026
HomeBisnisAdu Saing Kopi Geotermal Kamojang di Pasar Ekspor: Analisis Terbaik

Adu Saing Kopi Geotermal Kamojang di Pasar Ekspor: Analisis Terbaik

Di kaki Gunung Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdapat kedai kopi bernama Ecovil yang menawarkan kopi Canaya, sebuah produk kopi unik yang diproduksi oleh Moh Ramdan Rezausia atau yang biasa dipanggil Deden. Kopi Canaya dibedakan dari kopi lainnya karena diproses menggunakan metode Geothermal Coffee Process (GCP), yang memanfaatkan uap buangan dari steam trap panas bumi.

Ide ini berasal dari program CSR PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang yang digagas sejak 2018. Produk kopi Canaya mulai dipromosikan pada tahun 2023 untuk bersaing dengan kopi lain yang menggunakan panas matahari untuk pengeringan. Metode pengeringan kopi Canaya yang menggunakan energi panas bumi membuatnya menjadi produk yang menarik perhatian pasar ekspor, seperti Jerman, Jepang, dan negara Asia serta Eropa lainnya.

Dalam acara World of Coffee (WoC) Jakarta 2025, kopi Canaya semakin dikenal di tingkat internasional. Pelaku bisnis dari berbagai negara menyatakan minat untuk melihat tempat pengolahan kopi di Kamojang dan mengadakan pesanan kopi arabika hasil pengeringan panas bumi. Meskipun permintaan meningkat, Deden masih menghadapi keterbatasan modal sehingga hanya mampu memenuhi sebagian pesanan, walau luas lahan kopi di Kamojang menghasilkan 1.500 ton ceri kopi.

Deden optimis bahwa kopi Canaya akan terus berkembang di pasar ekspor karena pengolahannya ramah lingkungan, konsisten, dan memiliki nilai jual yang menguntungkan. Metode pengeringan panas bumi memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap proses pengeringan dibandingkan dengan pengeringan konvensional yang mengandalkan panas matahari. Selain itu, kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang konsisten dan terjaga.

Reyhana Rashellasida, Community Development Officer Area PGE Kamojang, siap mendukung proses ekspor kopi Canaya ke pasar global dengan harapan bahwa produk ini akan terus memenuhi standar pasar. Sertifikat Paten Sederhana tahun 2024 dari Kementerian Hukum dan HAM untuk inovasi olahan kopi geotermal juga menjadi bukti bahwa produk ini memiliki potensi besar di pasar lokal dan internasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer