Insiden senggolan antara kapal tanker MT Kencana Express dan kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 di Pelabuhan Pulau Baai tidak menimbulkan tumpahan muatan dan tidak mengganggu aktivitas kepelabuhanan. Hal ini dipastikan oleh PT Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu setelah melakukan evaluasi dan pemeriksaan bersama KSOP serta tim keselamatan pelayaran. Meskipun insiden tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.30 WIB, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, S. Joko, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi langsung dilakukan sejak laporan diterima. Meskipun terjadi insiden, pelayanan kapal di Pelabuhan Pulau Baai tetap berlangsung normal tanpa gangguan. Proses normalisasi alur pelayaran juga sudah menunjukkan progres, dengan kapal keruk CSD Costa Fortuna 3 yang mengalami kerusakan minor tetap dapat beroperasi.
Kapal yang melintas saat ini masih menggunakan alur tahap satu, namun berdasarkan evaluasi terakhir, alur utama sudah dapat digunakan kembali. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan energi di Bengkulu. Pelindo, bersama KSOP dan pemangku kepentingan lainnya, berkomitmen untuk memastikan aktivitas pelabuhan tetap aman, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Faktor utama penyebab insiden ini diduga berasal dari cuaca buruk saat kejadian, yang membuat manuver kapal menjadi lebih menantang. Kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Martubongs, menjelaskan bahwa tim gabungan telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kedua kapal dan seluruh prosedur keselamatan pelayaran tetap dijalankan dengan ketat.
Dengan evaluasi dan tindakan yang dilakukan, diharapkan area alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai segera pulih secara normal. Langkah-langkah inilah yang akan membantu menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas pelabuhan, serta menjamin arus logistik dan energi di wilayah Bengkulu tetap berjalan lancar.


