PBHI, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, memberikan penilaian positif terhadap pembentukan tim transformasi Polri. Menurut Ketua PBHI, Julius Ibrani, langkah ini dapat menjadi bentuk otokritik dan perbaikan kebijakan internal Polri. Hal ini diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri. PBHI juga bersama koalisi masyarakat sipil mendorong Polri untuk melakukan reformasi paradigma pengamanan, dengan berpindah dari pendekatan represif ke pendekatan perlindungan. Julius juga menegaskan perlunya Polri mengambil posisi strategis sebagai penjaga perdamaian yang berdiri di barisan rakyat, dengan tanggung jawab moral dan konstitusional dalam memastikan hak-hak dasar warga terlindungi. Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, juga melibatkan koalisi masyarakat sipil untuk memberikan masukan terkait transformasi Kepolisian. Tim ini bertujuan untuk menyelesaikan kesalahpahaman seputar praktik Kepolisian, di mana pengamanan aksi masyarakat kerap dianggap sebagai represif. Reformasi Polri diharapkan dapat memastikan kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia terlindungi dengan baik.
Strategi Pembentukan Tim Transformasi Polri untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik
RELATED ARTICLES


