Sunday, August 16, 2026
HomeBursaPetrosea Proyeksi Pendapatan Capai 991 Juta Dolar AS pada 2025

Petrosea Proyeksi Pendapatan Capai 991 Juta Dolar AS pada 2025

PT Petrosea Tbk (PTRO) yang merupakan perusahaan pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu memiliki target untuk meningkatkan pendapatan hingga 43 persen year on year (yoy) menjadi senilai 991 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025. Pada tahun 2026, perseroan juga menargetkan pendapatan naik 41 persen (yoy) menjadi senilai 1,4 miliar dolar AS. Direktur PTRO, Ruddy Santoso menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan ini signifikan dibandingkan dengan CAGR pendapatan sebesar 8 persen (yoy) dari tahun 2019 hingga 2024.

Dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan tersebut, PT Petrosea juga menargetkan peningkatan EBITDA menjadi 306 juta dolar AS pada tahun 2026, dengan EBITDA margin mencapai 22 persen. Ruddy menekankan bahwa proyeksi ini mengalami peningkatan yang signifikan dari posisi EBITDA margin 15 persen pada tahun 2024.

Proyeksi tersebut, menurut Ruddy, hanya memperhitungkan backlog dari kontrak-kontrak yang sudah dimiliki oleh Petrosea saat ini. Maka dari itu, PTRO belum memperhitungkan kontrak-kontrak dan ekspansi lain yang sedang dalam pengembangan perusahaan.

Seiring dengan akuisisi HBS Group dan Group Hafar, PT Petrosea memproyeksikan peningkatan pendapatan dari luar Indonesia sebesar 2 persen (yoy) pada 2025 dan 6 persen (yoy) pada 2026. Perseroan juga berharap pendapatan dari unit bisnis Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) lepas pantai dapat mencapai 4 persen dan 6 persen dari total pendapatan pada tahun 2025 dan 2026.

Kontribusi dari lini bisnis jasa pertambangan diprediksi terus meningkat mencapai 62 persen pada tahun 2026, sejalan dengan pertumbuhan organik perusahaan. Pendapatan Petrosea bukan hanya berasal dari sektor batu bara thermal dan non-thermal, tetapi juga dari sektor emas dan tembaga, nikel, serta minyak dan gas bumi.

Pada semester I-2025, PT Petrosea mencatat pendapatan yang meningkat 10 persen (yoy) menjadi 351 juta dolar AS, didukung oleh kontrak pertambangan dan rekayasa serta industri konstruksi. Pendapatan dari segmen pertambangan mencapai 49,8 persen, sementara dari rekayasa dan konstruksi berkontribusi sebesar 45,4 persen pada semester tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer