Proses pencarian korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo telah memasuki hari ke-8. Hingga Senin siang, total korban meninggal mencapai 58 orang, termasuk enam di antaranya masih berupa potongan tubuh. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah dalam sehari, yang ditemukan di bagian belakang reruntuhan, menurut Kasubdit RPDO Bencana dan KMM Basarnas, Emi Freezer.
Menurut Emi Freezer, hingga laporan terakhir terdapat lima korban yang berhasil diekstraksi dan diteruskan evakuasi pada Hari ke-8 di sektor A3 dan A2. Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jatim. Proses evakuasi masih berlangsung, dengan fokus pembersihan puing ke sisi utara yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Senin pukul 14.50 WIB, sejumlah 162 korban berhasil ditemukan, dengan 104 dalam kondisi selamat, 58 meninggal, dan enam di antaranya masih berupa potongan tubuh. Sementara itu, yang belum ditemukan diperkirakan sebanyak 5 orang. Jumlah tersebut masih bisa berubah karena potongan tubuh yang dievakuasi belum bisa teridentifikasi apakah saling berhubungan satu sama lain atau tidak.
Gedung tiga lantai dan musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo ambruk pada Senin sore, ketika ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung tersebut yang masih dalam tahap pembangunan.


