Football Video Support (FVS) diterapkan pada turnamen kelompok umur FIFA 2025 seperti Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-17 Putri, dan Piala Dunia U-17. FVS pertama kali digunakan oleh pelatih Korea Selatan Lee Chang-Won pada Piala Dunia U-20 di Chile. Penggunaan FVS berkaitan dengan keputusan wasit, seperti yang terjadi dalam pertandingan Norwegia versus Nigeria dan Argentina versus Australia.
Selanjutnya, FVS akan digunakan pada Piala Dunia U-17 Putri 2025 di Maroko dan Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. FIFA ingin memperoleh pengalaman tentang bagaimana teknologi dapat mendukung wasit dalam kompetisi internasional muda. Beberapa Asosiasi Anggota FIFA akan berpartisipasi dalam uji coba FVS, sementara yang lain sedang merencanakan implementasi.
FIFA memperkenalkan FVS sebagai alternatif VAR karena lebih terjangkau dan efisien. FVS dapat meninjau kejadian gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identifikasi kartu. Namun, FVS memerlukan inisiasi dari pelatih kepala dan memiliki proses peninjauan yang berbeda dengan VAR.
Penerapan FVS pada turnamen kelompok umur FIFA 2025 memberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam penggunaan teknologi dalam sepakbola. FIFA terus berkoordinasi dengan Asosiasi Anggota untuk evaluasi dan pengumpulan data. Keputusan ini mencerminkan upaya FIFA untuk memperbaiki sistem wasit dalam sepakbola internasional.


