Generasi muda saat ini kurang tertarik untuk terlibat dalam sektor pertanian, hal ini menjadi ancaman serius bagi regenerasi petani di Jawa Tengah. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Muhdi, menekankan pentingnya pemerintah untuk menarik minat generasi muda agar mau menjadi petani dengan melakukan modernisasi pada sistem pertanian.
Muhdi menyampaikan pendapatnya saat berkunjung ke Ungaran, Kabupaten Semarang. Dia mengatakan bahwa negara perlu mencari cara untuk membuat anak muda tertarik untuk berkarir sebagai petani. Situasi ini menjadi semakin kritis karena generasi muda kurang antusias terhadap sektor pertanian, padahal Jawa Tengah merupakan provinsi penumpu pangan.
Menurut Muhdi, selain menyediakan fasilitas seperti pupuk yang memadai, modernisasi sistem pertanian di Jawa Tengah juga harus dilakukan. Menyadari bahwa generasi muda tidak akan tertarik dengan cara bertani yang tradisional, maka modernisasi dalam pertanian menjadi kunci utama.
Selain itu, penting juga untuk memberikan kepastian harga komoditas setelah panen agar petani tidak merugi akibat fluktuasi harga. Muhdi menekankan perlunya peran Bulog dalam menstabilkan harga komoditas di pasaran. Dia juga menyoroti pentingnya koperasi Merah Putih sebagai penyedia bahan pokok dengan harga standar atau bahkan lebih murah dari pasar.
Semua langkah ini dianggap penting untuk menarik minat generasi muda menjadi petani, terutama jika melihat besarnya prospek produk pertanian yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Hal ini tentu akan berdampak positif dalam membangun masa depan pertanian di Jawa Tengah.
Artikel ini disusun oleh Zuhdiar Laeis untuk ANTARA pada tahun 2025.


