Program Magang Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi 2025 adalah salah satu inisiatif yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai bagian dari 8 Paket Akselerasi Ekonomi 2025. Tujuannya adalah untuk memberikan peluang kerja lebih luas bagi lulusan baru. Program ini terbuka bagi lulusan Diploma dan Sarjana yang telah lulus tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal kelulusan yang tertera di ijazah. Selain kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, peserta yang diterima juga akan mendapatkan gaji setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) beserta jaminan sosial selama masa magang.
Meskipun begitu, sejumlah calon peserta mengalami kendala terkait persyaratan ijazah saat mendaftar program magang tersebut. Banyak yang bertanya apakah Surat Keterangan Lulus (SKL) bisa digunakan sebagai pengganti ijazah resmi yang belum diterbitkan. Kemnaker melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa SKL tidak dapat dijadikan pengganti ijazah resmi dalam pendaftaran Program Magang Kemnaker 2025.
Data peserta program magang diperoleh langsung dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Data yang digunakan mencakup lulusan perguruan tinggi dengan periode kelulusan tertentu. Jika data lulusan belum tercatat dalam sistem Magang Hub Kemnaker karena perguruan tinggi belum memperbarui data mereka, maka calon peserta tidak memenuhi syarat untuk mendaftar. Kemnaker juga mengimbau calon peserta untuk memeriksa status kelulusan mereka di PDDikti sebelum mendaftar.
Syarat pendaftaran Program Magang Kemnaker 2025 antara lain adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dengan bukti Nomor Induk Kependudukan (NIK), lulus program pendidikan Diploma atau Sarjana paling lama satu tahun sejak tanggal ijazah, dan lulusan perguruan tinggi yang terdaftar di Kemendikti Saintek. Jadwal pelaksanaan magang telah disesuaikan, dengan pendaftaran peserta berlangsung mulai 7 hingga 15 Oktober 2025.
Program Magang Kemnaker 2025 bekerja sama dengan berbagai perusahaan swasta dan BUMN untuk memberikan peluang kerja kepada lulusan baru. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi Magang Hub Kemnaker. Pemerintah menargetkan 100 ribu lulusan baru dari perguruan tinggi negeri untuk mengikuti program magang nasional sepanjang tahun 2025. Batch pertama ini memiliki kuota 20 ribu peserta, sementara batch berikutnya akan terus dibuka hingga tahun 2026 mendatang.


