Monday, August 17, 2026
HomeBisnisPenyerapan Gula Petani Meningkat Menurut Pemerintah

Penyerapan Gula Petani Meningkat Menurut Pemerintah

Penyerapan Gula Petani Membaik, Pemerintah Bersiap Intervensi

Pemerintah mengonfirmasi bahwa penyerapan gula petani mulai menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya terganggu oleh masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, menyatakan bahwa Satgas Pangan Polri telah berhasil mengawasi dan mengendalikan keadaan, sehingga pasar gula dalam negeri kembali stabil.

Klaim ini didukung dengan hilangnya keluhan dari para petani terkait penyerapan produksi gula. Hingga Agustus lalu, rembesan gula rafinasi ke pasar eceran telah menyebabkan penimbunan 65 ton gula di 17 pabrik gula di Jawa Timur tanpa terserap oleh pasar. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memberikan intervensi sebesar Rp1,5 triliun untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung penyerapan gula petani.

Melalui dana tersebut, PT Danantara Asset Management (Persero) memberikan shareholder loan untuk mendukung pembelian gula oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food, BUMN di sektor pangan. Langkah ini bertujuan untuk membeli gula petani tebu dari pabrik gula PT PG Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan pabrik gula milik ID Food guna memperkuat pasokan.

Dengan fokus khusus pada gula produksi petani tebu, diharapkan intervensi ini dapat membantu mempertahankan stabilitas harga gula dari hulu ke hilir. Langkah offtake ini juga diharapkan mampu menghentikan masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi, sehingga tidak menimbulkan tekanan tambahan pada logistik dan pembiayaan.

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan bahwa harga gula pasir lokal rata-rata Rp18.109 per kilogram, di atas HAP nasional sebesar Rp17.500 per kilogram. Langkah pemerintah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam industri gula di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer