Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap impor barang-barang China, yang menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah. Ancaman tersebut juga termasuk pembatasan ekspor “perangkat lunak penting” sebagai respons terhadap tindakan Beijing yang mengumumkan pembatasan ekspor mineral langka. China bertujuan untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional dengan mengontrol ekspor teknologi terkait unsur tanah jarang. Teknologi tersebut tidak dapat diekspor tanpa izin resmi. Respons tegas dari Beijing terhadap pernyataan Trump meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan ekonomi AS-Tiongkok. Meskipun nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp16.573 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore, namun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat. Ancaman tarif AS terhadap China menimbulkan ketidakpastian dalam pasar keuangan global.


