LIMA Basketball, yang dipimpin oleh Direktur Utama Junas Miradiarsyah, sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan ajang tersebut di luar Pulau Jawa. Hal ini akan membantu dalam memperluas eksistensi dan membangun komunitas olahraga di seluruh Indonesia. Meskipun rencana ini masih dalam jangka panjang, tujuannya adalah untuk memperluas partisipasi dan regenerasi di berbagai wilayah.
Sejumlah perguruan tinggi dari Sumatera hingga Papua telah aktif bergabung dalam LIMA Basketball yang berlangsung di Pulau Jawa. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa minat terhadap ajang kompetisi antarmahasiswa ini semakin luas secara nasional. Ekspansi ke luar Pulau Jawa membutuhkan persiapan yang matang, termasuk mempertimbangkan jumlah peserta, minat penonton, dan potensi komersial.
Pengembangan LIMA Basketball bertujuan untuk memberikan wadah pembinaan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Ajang ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu mahasiswa mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan memperkuat ekosistem olahraga di tingkat universitas. LIMA Basketball 2025, yang berlangsung di empat kota besar di Pulau Jawa yakni Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta, merupakan langkah awal dalam upaya pengembangan tersebut.
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang konsisten digelar, membantu dalam penciptaan talent pool untuk mendukung pengembangan olahraga bola basket di Indonesia. Dengan format yang tetap dan penataan ulang pemain IBL, LIMA Basketball 2025 menjadi penting dalam membangun ekosistem olahraga mahasiswa yang kuat di Indonesia.


