Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur kembali menarik perhatian publik dengan program di Trans7 yang dinilai menyinggung salah satu kiai sepuh pesantren tersebut. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berpengaruh, Lirboyo telah melahirkan banyak ulama dan tokoh penting bangsa. Selain sebagai tempat menuntut ilmu agama, pesantren ini juga merupakan wadah pembentukan karakter calon pemimpin umat.
Pesantren Lirboyo didirikan pada tahun 1910 oleh KH Abdul Karim, ulama asal Magelang. Kehadiran pesantren ini berhasil mengubah Desa Lirboyo menjadi kawasan religius dan pusat pendidikan Islam yang berkembang pesat. Para santri Lirboyo juga terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti saat ikut dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Kepemimpinan Lirboyo telah beralih dari generasi ke generasi, dari KH Abdul Karim hingga KH M. Anwar Mansyur yang memimpin saat ini. Saat ini, pesantren ini menaungi 17 unit pendidikan dengan fokus pada kajian keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan nilai-nilai salafiyah. Lirboyo juga menyediakan fasilitas lengkap termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga rumah sakit umum.
Pesantren Lirboyo diakui melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan tokoh masyarakat berpengaruh dalam berbagai bidang. Semangat perjuangan, keikhlasan dalam menuntut ilmu, dan nilai keagamaan yang kuat menjadi warisan yang terus dijaga. Dengan sejarah dan peranannya yang begitu penting, Pesantren Lirboyo tetap eksis dan relevan hingga saat ini.


