Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor mengungkapkan bahwa sebanyak 20.000 lulusan perguruan tinggi telah mulai mengikuti program magang nasional. Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas kesempatan karier bagi lulusan serta membantu mereka untuk terhubung dengan dunia kerja. Program magang nasional ini akan berlangsung selama enam bulan, dimulai dari 15 Oktober hingga 15 April 2026.
Afriansyah Noor menjelaskan bahwa program magang nasional ini merupakan pelatihan vokasi yang menggunakan pembelajaran berbasis proyek dalam skala nasional. Program ini juga sejalan dengan gerakan peningkatan produktivitas nasional. Jika minat lulusan untuk mengikuti program ini terus meningkat, pihak berwenang juga telah menyiapkan tahap kedua untuk melibatkan 80.000 lulusan.
Wamenaker meyakini bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi memegang peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing global. Selain aspek teknis, penting juga untuk membentuk karakter yang produktif, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Presiden RI juga telah menerbitkan kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan tuntutan pasar. Hubungan yang erat antara dunia industri dan pendidikan merupakan hal yang sangat penting, sehingga pemerintah terus memperkuat ekosistem vokasi nasional melalui program-program strategis yang dilaksanakan.


