Moh. Zaki Ubaidillah, tunggal putra Indonesia, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap sistem pertandingan baru dengan format poin 15 yang diterapkan dalam Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2025. Ubaidillah lolos ke babak kedua setelah menaklukkan wakil Denmark, Philip Kryger Boe, di National Centre of Excellence, Guwahati, India. Format poin 15 menuntut pemain untuk langsung “panas” sejak awal laga, tanpa memberi kesempatan untuk adaptasi panjang. Meskipun sistem ini membuat tempo pertandingan lebih cepat dan intens, Ubaidillah mengungkapkan bahwa hal tersebut menguntungkan bagi mereka yang siap secara mental dan fisik sejak awal gim.
Pemain Jawa Timur ini mulai gim pertama dengan sedikit tekanan, namun setelah menemukan ritme, ia tampil dominan dan menutup laga dalam dua gim langsung. Selanjutnya, Ubaidillah akan berhadapan dengan wakil Jepang, Masato Yamashiro. Dia menekankan pentingnya untuk tetap tenang dan fokus baik di dalam maupun di luar lapangan. Kemenangan Ubaidillah menunjukkan kematangan mental dan adaptasi yang baik terhadap perubahan format turnamen. Bahkan dalam situasi tekanan, Ubaidillah mampu mengatasi hambatan dan menunjukkan performa terbaiknya.
Keberhasilan pemain Indonesia ini memberikan semangat bagi atlet muda lainnya untuk terus berusaha dan menghadapi setiap tantangan dengan positif. Semoga Ubaidillah dan atlet Indonesia lainnya terus meraih kesuksesan di kejuaraan selanjutnya. Selamat kepada Moh. Zaki Ubaidillah atas kemenangannya, semoga ia terus melangkah maju dan menginspirasi generasi muda Indonesia dalam dunia olahraga bulu tangkis.


