Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan pada Kamis sore dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat. Peningkatan ini terjadi karena pelaku pasar sedang memperhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global terbaru dari International Monetary Fund (IMF). IHSG mengalami kenaikan sebesar 73,58 poin atau 0,91 persen menjadi 8.124,76, sementara indeks LQ45 naik 7,87 poin atau 1,02 persen ke posisi 780,01.
Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) IMF, proyeksi pertumbuhan ekonomi global diprediksi mencapai 3,2 persen pada 2025 dan 3,1 persen pada 2026. Dari kawasan Asia, IMF menekankan Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar karena ketidakpastian perdagangan global dapat mempengaruhi prospek ekonomi Jepang.
IHSG dibuka dengan kenaikan dan tetap berada di zona positif sepanjang hari perdagangan saham. Sejumlah sektor saham juga mengalami kenaikan, seperti sektor kesehatan, transportasi & logistik, serta barang konsumen non primer. Di sisi lain, sektor infrastruktur dan teknologi mengalami penurunan.
Pada perdagangan hari itu, saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain KICI, KIOS, DKHH, TRUK, dan BLUE, sementara saham-saham yang melemah adalah TEBE, PGUN, JARR, DADA, dan OPMS. Jumlah frekuensi perdagangan saham mencapai 2.171.290 kali transaksi dengan nilai saham yang diperdagangkan mencapai Rp19,48 triliun.
Di sisi regional, pasar saham Asia juga mengalami keberagaman. Indeks Nikkei menguat 1,33 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,09 persen, indeks Shanghai menguat 0,10 persen, dan indeks Strait Times melemah 0,28 persen.
Melalui pergerakan IHSG dan data-data lainnya, pelaku pasar saham dapat menganalisis dan mengevaluasi proyeksi ekonomi global untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Kemudian, hal ini dapat membantu dalam mengantisipasi resiko yang mungkin terjadi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengoptimalkan potensi profitabilitas.


