Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Pandu Sjahrir, menyatakan ketertarikan Danantara Indonesia dalam mengalokasikan investasinya ke pasar saham Indonesia. Namun, untuk dapat melakukannya, Pandu menekankan pentingnya peningkatan nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham Indonesia menjadi sekitar 8 miliar dolar AS per hari dari 1 miliar dolar AS per hari saat ini.
Pandu menjelaskan bahwa untuk berinvestasi di pasar saham, likuiditas menjadi faktor kunci yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, fokus Danantara Indonesia saat ini adalah memperdalam pemahaman terhadap pasar saham Indonesia. Meskipun demikian, investasi saat ini tetap diarahkan ke Surat Berharga Negara (SBN) karena keterbatasan waktu dan likuiditas pasar yang lebih tinggi.
Sebelumnya, Pandu mengungkapkan bahwa pasar saham Indonesia memiliki potensi untuk mencapai RNTH sebesar 8 miliar dolar AS per hari. Namun, faktor-faktor seperti terbatasnya minat investor publik dan kedalaman pasar modal domestik menjadi hambatan utama dalam pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Pandu juga membandingkan nilai transaksi harian dengan negara lain seperti India dan Hong Kong yang mencapai angka yang jauh lebih tinggi.
Dengan demikian, Pandu menyoroti pentingnya pengembangan pasar modat domestik yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai CIO Danantara Indonesia, ia berkomitmen untuk terus mengawasi dan menganalisis perkembangan pasar keuangan Indonesia guna memastikan alokasi investasi yang tepat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan.


