Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) mengajak untuk bekerjasama guna menciptakan sistem pangan yang sehat, berkelanjutan, dan tangguh bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025. Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menekankan pentingnya komitmen Indonesia terhadap ketahanan pangan sebagai momentum untuk berkolaborasi lintas sektor dalam sistem agripangan. Dalam menjalani visi Indonesia Emas 2045, FAO menyoroti perlunya memastikan setiap individu di Indonesia memiliki akses reguler terhadap pangan berkualitas tinggi yang memadai untuk menjalani kehidupan yang aktif dan sehat. FAO juga memberikan apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam mencapai ketahanan pangan dan merangsang transformasi sistem pangan menuju pembangunan berkelanjutan dengan berbagi pengalaman dengan negara-negara lain.
Meskipun Indonesia telah mencatat peningkatan produksi bahan pokok dan penurunan prevalensi kerawanan pangan, masih terdapat tantangan ketidakcukupan konsumsi pangan yang perlu ditangani. Akibatnya, FAO memperkirakan bahwa pola makan sehat di Indonesia memerlukan biaya yang tinggi, membuatnya tidak terjangkau bagi sebagian besar penduduk. Transformasi dalam produksi, distribusi, dan konsumsi makanan di Indonesia dianggap penting untuk meluaskan akses terhadap pola makan sehat. Investasi yang signifikan diperlukan untuk mentransformasi sistem agripangan global dan sistem pangan Indonesia, demi mengurangi biaya tersembunyi yang saat ini memberikan dampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan masyarakat.
FAO bersama mitranya berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam mewujudkan produksi, nutrisi, lingkungan, dan mata pencaharian yang lebih baik bagi semua. Untuk itu, perlu kerjasama global dalam upaya mencapai ketahanan pangan agar setiap individu dapat mengakses pangan berkualitas lebih mudah. Dengan tema ‘Bergandengan Tangan untuk Pangan dan Masa Depan yang Lebih Baik’, Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerjasama kolektif dalam mendukung ketahanan pangan global.


