Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyoroti pentingnya perluasan ruang lingkup perhitungan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, kontribusi yang lebih luas akan memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Ansar berharap agar Kementerian Pariwisata dapat berdiskusi dengan BPS RI untuk memperluas area perhitungan kontribusi pariwisata, karena sektor ini memiliki efek ganda terbesar dalam perekonomian.
Saati ini, kontribusi pariwisata terhadap PDRB baru dihitung dari sektor perhotelan serta restoran, makan, dan minum. Menurut Ansar, kontribusi pariwisata seharusnya juga mencakup berbagai kegiatan wisatawan lainnya, mulai dari saat kedatangan hingga kepulangan ke daerah atau negara asal. Hal ini termasuk perjalanan menggunakan taksi, makan dan minum di kedai atau warung kecil, serta aktivitas SPA yang seharusnya dihitung sebagai kontribusi sektor pariwisata.
Pemerintah Provinsi Kepri, bersama dengan semua pihak terkait, akan terus mendorong kontribusi besar sektor pariwisata dalam mendukung PDRB. Saat ini, persentase PDRB dari sektor pariwisata Kepri masih mencapai empat persen dengan target PDRB sektor pariwisata sekitar Rp17 triliun. Ansar juga mencatat bahwa Kepri termasuk tiga besar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. Pariwisata dikembangkan di setiap daerah sesuai dengan potensinya masing-masing.
Meskipun kunjungan wisman Kepri mengalami penurunan saat wabah COVID-19, setelah situasi mereda, tingkat kunjungan wisman mulai meningkat. Hingga Agustus 2025, sudah ada 1,8 juta wisman dan 2,2 juta wisnus yang berkunjung ke Kepri. Diharapkan hingga akhir tahun ini, kunjungan wisman mencapai 2 juta orang dan wisnus sebanyak 3,5 juta orang. Ansar menyatakan optimis dengan meningkatnya kunjungan wisman di akhir tahun.


