Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mencatat transaksi sebesar 2,75 juta ton karbon ekuivalen (ton CO2) selama United Nations Framework Convention on Climate Change Conference of Parties 30 (UNFCCC COP 30) di Kota Belem, Brasil. IDXCarbon menawarkan proyek karbon Indonesia, baik yang sudah tercatat maupun yang akan diterbitkan di masa depan, berdasarkan teknologi maupun lingkungan. Sebagai penyelenggara IDXCarbon, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan upaya mereka dalam memfasilitasi perdagangan karbon Indonesia dengan transparan dan mudah untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.
Selama periode COP 30, beberapa pihak seperti PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Value Network Ventures Pte. Ltd, South Pole, dan lainnya telah terlibat dalam transaksi atau menunjukkan minat terhadap proyek karbon Indonesia. IDXCarbon bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut serta dalam UNFCCC COP 30 yang berlangsung di Brasil, dimana mereka aktif dalam sesi seller and buyer untuk mengumpulkan minat jual dan beli unit karbon.
Jeffrey menjelaskan bahwa melalui partisipasi ini, IDXCarbon dapat mengevaluasi prospek bursa karbon Indonesia ke depan. Dalam upaya mendukung pertumbuhan perdagangan karbon, IDXCarbon memastikan prosesnya transparan dan memudahkan bagi perusahaan dan investor yang terlibat. Selain itu, pihak-pihak dari dalam dan luar negeri juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, IDXCarbon terus memperkuat kehadirannya sebagai bursa karbon yang berperan penting dalam memajukan perdagangan karbon Indonesia.








