Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat Meski Sentimen Menurun
Menurut survei ACSS 2025 dari UOB Indonesia, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa depan naik tiga poin menjadi 59, meski secara keseluruhan indeks sentimen konsumen menurun. Meskipun terjadi penurunan dari 58 menjadi 55 pada tahun ini, hal tersebut menunjukkan optimisme yang tetap waspada di tengah tekanan biaya yang masih berlangsung. Head of Cards and Payment UOB Indonesia, Herman Soesetyo, menyatakan bahwa kondisi ini dianggap positif meskipun ada kekhawatiran. Indeks sentimen konsumen ASEAN UOB digunakan untuk mengukur kepercayaan konsumen di pasar utama ASEAN, baik pada tingkat makro maupun mikro.
Survei ACSS 2025 dilakukan di Indonesia pada Mei dan Juni 2025, melibatkan 1.000 responden dari berbagai kelompok demografis. Hasil survei juga mengungkap bahwa inflasi memiliki dampak negatif pada daya beli rumah tangga, mendorong konsumen untuk memprioritaskan kebutuhan pokok. Konsumen juga mulai berbelanja lebih bijaksana, membeli produk saat diskon atau produk multifungsi. Terlebih lagi, pengeluaran untuk gaya hidup dinilai esensial bagi konsumen Indonesia, terutama Generasi Z. Bahkan, sebagian besar responden juga menunjukkan kesadaran keuangan yang tinggi dengan alokasi tabungan yang signifikan dari pendapatan bulanan mereka.
Dari sisi pembayaran, dompet elektronik, pemindaian QR, dan aplikasi mobile banking menjadi metode pembayaran favorit konsumen Indonesia. Penggunaan pembayaran digital telah meningkat yang pada akhirnya mendukung pengelolaan keuangan harian secara lebih efektif. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka dengan teknologi keuangan modern. Dengan begitu, meskipun sentimen konsumen menurun, optimisme terhadap perbaikan ekonomi masih tetap ada. Menunjukkan bahwa selain adanya kekhawatiran, konsumen juga mampu menghadapi kondisi ekonomi dengan berbagai strategi yang positif.








