Raul Rocha Cantu, Presiden Organisasi Miss Universe, saat ini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung Meksiko (FGR) atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba, senjata, dan bahan bakar ilegal. Kejaksaan mengungkapkan bahwa mereka tengah mengumpulkan informasi penting yang dibutuhkan untuk memperdalam penyelidikan ini. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, media Meksiko melaporkan bahwa Rocha masuk dalam daftar pencarian polisi. Menurut laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Reforma, FGR mencurigai Rocha sebagai pemimpin jaringan kriminal yang terlibat dalam penyelundupan bahan bakar ilegal antara Guatemala dan Meksiko melalui sungai menggunakan perahu. Pria berkebangsaan Meksiko ini juga dikenal sebagai seorang pengusaha dan konsul kehormatan Guatemala di Meksiko.
Surat perintah penangkapan yang diperoleh oleh media Reforma mengindikasikan bahwa anggota jaringan kriminal yang terkait dengan Rocha memiliki keterkaitan dengan pejabat pemerintah dalam melancarkan bisnis mereka, termasuk perdagangan bahan bakar ilegal, narkoba, senjata militer dalam jumlah besar. Pihak berwenang juga menyebutkan bahwa jaringan ini terlibat dalam peredaran senjata api ke kelompok kriminal di beberapa negara bagian Meksiko. Semua ini menjadi bagian dari kasus hukum yang dihadapi oleh Rocha yang semakin menambah panjang deretan kontroversi di seputar ajang Miss Universe 2025.
Media lokal juga telah menuduh bahwa Rocha memiliki keterkaitan bisnis dengan ayah dari Fatima Bosch, pemenang Miss Universe 2025 asal Meksiko, yang menimbulkan kecurigaan terkait penobatannya sebagai pemenang. Rocha membeli 50 persen saham Miss Universe dari JKN Global Group melalui perusahaannya, Legacy Holding Group USA, pada tahun 2024. Semua tuduhan dan kontroversi ini semakin mewarnai ajang Miss Universe, termasuk aksi walkout Fatima Bosch, pengunduran diri juri, dan tuduhan soal pengaturan pemenang. Semua ini menunjukkan kompleksitas yang mengitarinya dan menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas ajang tersebut.








