Thursday, February 19, 2026
HomeFinansialCiti: Indeks Saham Menguat, Namun Nilai Tukar Melemah di RI

Citi: Indeks Saham Menguat, Namun Nilai Tukar Melemah di RI

Penguatan indeks saham yang terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar merupakan fenomena regional yang tidak hanya terjadi di Indonesia. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Co-Head of JANA and Asia South, Investment Banking Coverage, Citi Kaustubh Kulkarni menyatakan bahwa Indonesia bukan satu-satunya pasar yang mengalami dinamika ini. Selain Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan India juga mengalami fenomena serupa di mana indeks saham naik sementara nilai tukar melemah.

Menurut Kaustubh Kulkarni, kebijakan ekonomi dan moneter di negara-negara tersebut membuat nilai tukar berperan sebagai shock absorber saat tekanan global meningkat. Pasar saham tetap kuat berkat fundamental domestik yang solid seperti konsumsi yang tinggi dan likuiditas domestik yang besar. Selain itu, faktor seperti sentimen investor positif dan aliran investasi ke pasar keuangan juga menjadi penopang pasar saham.

Citi memprediksi aktivitas penghimpunan modal ekuitas masih memiliki prospek kuat meskipun nilai tukar terus melemah. Aktivitas penghimpunan dana di pasar saham Indonesia pada tahun sebelumnya stabil, dengan prospek sektor komoditas yang kuat menarik minat investor. Meskipun IPO di Indonesia masih terbatas, Citi memperkirakan pertumbuhan aktivitas penghimpunan dana di pasar saham global akan terus meningkat.

Secara keseluruhan, Citi memproyeksikan aktivitas penghimpunan dana di pasar saham ASEAN akan tetap tinggi dengan nilai transaksi yang terus membaik. IHSG mencatat rekor all-time high sebanyak 24 kali pada tahun 2025 dan telah mencapai level tertinggi pada tahun 2026. Dengan prospek ekonomi yang kuat, pasar saham di Indonesia dan Asia diprediksi akan terus berkembang.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer