Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono, telah menyatakan bahwa Bank Muamalat telah memberikan kontribusi signifikan kepada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) sebagai pemegang saham utama, dengan imbal hasil sebesar Rp1 triliun dari investasi pada akhir 2025. Dalam acara silaturahmi dengan Insan Media di Jakarta, Imam Teguh Saptono menekankan bahwa kontribusi tersebut tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga memiliki dampak yang luar biasa. Bank Muamalat telah memberikan kontribusi yang setara dengan tier-1 capital BPKH di bank tersebut, mencapai titik break even dalam waktu 3-4 tahun. Selain itu, Bank Muamalat juga telah menyetor sejumlah dana untuk haji bagi nasabah yang melalui bank tersebut, sebesar 210.000, yang mendekati nilai investasi BPKH.
Bank Muamalat berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BPKH melalui kerja sama strategis dalam ekosistem haji, termasuk peluncuran Kartu Haji Indonesia yang dapat digunakan luas di Arab Saudi. Sebagai bank syariah pertama di Indonesia dan titik awal perkembangan perekonomian syariah, Bank Muamalat telah mengalami transformasi kepemilikan dengan BPKH menjadi pemegang saham pengendali setelah menerima hibah saham dari IsDB dan SEDCO Group. Dengan komposisi pemegang saham yang mencakup BPKH, IsDB, dan pemegang saham lainnya, Bank Muamalat bertransformasi menjadi bank haji/umroh dan bank wakaf, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi halal di Indonesia.


