PT Indokripto Koin Semesta Tbk, melalui anak usahanya, PT Central Finansial X (CFX), memberlakukan pemangkasan biaya transaksi dengan harapan akan memberikan efek berganda. Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyatakan bahwa penurunan biaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya tarik ekosistem kripto bagi konsumen. Hal ini diproyeksikan akan meningkatkan frekuensi dan volume transaksi yang pada akhirnya dapat mengkompensasi penurunan biaya tersebut.
Bursa Kripto CFX, sebagai anak usaha COIN, terus mengikuti perkembangan pasar dan melihat momen yang tepat untuk menerapkan pemangkasan biaya tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional secara global. Biaya yang lebih kompetitif diharapkan akan mendorong konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan memperluas pangsa pasar melalui peningkatan volume transaksi.
Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa tantangan utama industri aset kripto domestik adalah menciptakan likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang bersaing dengan pasar global. Respons terhadap temuan ini, CFX berencana untuk menurunkan biaya transaksi bursa secara bertahap mulai 1 Maret 2026 dan 1 Oktober 2026.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional. Selain itu, penurunan biaya juga diharapkan dapat mendorong perseroan untuk mengembangkan potensi sumber pendapatan baru. COIN terus mendorong pengembangan inovasi produk, termasuk produk derivatif kripto, sebagai langkah diversifikasi untuk menjadikan pasar aset kripto Indonesia lebih kompetitif dan menarik bagi investor lokal dan asing.


